Kalender dan catatan untuk manajemen penyewa

Cara kelola penyewa harian vs bulanan dalam satu sistem

Punya penyewa harian dan bulanan sekaligus? Pelajari cara mengelola keduanya dalam satu sistem tanpa pusing—dari pricing hingga tracking pembayaran.

· 12 menit baca · Bregga Tedy
tips penyewa harian penyewa bulanan manajemen kos sistem

Mengelola kos dengan satu tipe penyewa saja sudah cukup menantang. Bagaimana jika Anda punya campuran penyewa harian dan bulanan dalam satu properti? Kompleksitasnya berlipat ganda.

Penyewa bulanan punya kontrak jelas, pembayaran rutin, dan turnover rendah. Sementara penyewa harian butuh perhatian lebih intensif—check-in/out harian, cleaning lebih sering, dan administrasi yang berbeda. Tanpa sistem yang tepat, mengelola keduanya bisa jadi mimpi buruk.

Dalam artikel ini, Anda akan belajar cara mengelola penyewa harian dan bulanan dalam satu sistem terintegrasi—mulai dari setup, pricing strategy, hingga tracking pembayaran yang efisien.

Ingin sistem yang bisa handle keduanya? Coba Kamaru gratis—setup hanya 5 menit.

Mengapa pemilik kos menawarkan sewa harian dan bulanan?

Sebelum masuk ke cara mengelola, mari pahami dulu mengapa banyak pemilik kos memilih model campuran ini.

Maksimalkan pendapatan dari kamar yang tersedia

Tidak semua kamar selalu terisi dengan penyewa bulanan. Daripada membiarkan kamar kosong, menawarkan opsi harian bisa menghasilkan pendapatan tambahan—terutama di lokasi strategis.

Kamar yang biasanya disewa Rp 1.500.000 per bulan (Rp 50.000/hari) bisa menghasilkan Rp 100.000-150.000 per malam untuk sewa harian. Meski tidak terisi setiap hari, margin yang lebih tinggi bisa mengkompensasi occupancy yang lebih rendah.

Fleksibilitas untuk berbagai segmen pasar

Dengan menawarkan kedua opsi, Anda bisa melayani berbagai segmen:

  • Penyewa bulanan: Mahasiswa, karyawan tetap, pekerja jangka panjang
  • Penyewa harian: Wisatawan, peserta seminar/training, keluarga yang berkunjung, pekerja project

Fleksibilitas ini memperluas target market Anda dan mengurangi risiko kekosongan.

Mengisi kekosongan di musim sepi

Seperti yang dibahas di artikel 5 cara cepat isi kamar kosong di musim sepi, sewa harian bisa menjadi strategi efektif saat penyewa bulanan sulit didapat. Periode ujian, event lokal, atau musim wisata bisa jadi momentum untuk mengoptimalkan pendapatan dari sewa harian.

Tantangan mengelola penyewa campuran

Model campuran memang menguntungkan, tapi ada tantangan yang harus Anda antisipasi.

1. Tracking yang kompleks

Penyewa bulanan dan harian punya siklus pembayaran berbeda:

  • Bulanan: Jatuh tempo tetap setiap bulan, biasanya tanggal yang sama
  • Harian: Pembayaran per kedatangan, bisa cash atau transfer

Tanpa sistem yang tepat, mencampur keduanya dalam satu catatan bisa menyebabkan kebingungan dan kesalahan pencatatan.

2. Manajemen ketersediaan kamar

Anda harus tahu dengan pasti:

  • Kamar mana yang disewa bulanan dan sampai kapan
  • Kamar mana yang tersedia untuk harian
  • Kapan kamar bulanan akan kosong dan bisa ditawarkan untuk harian

Kalau sampai double booking—menerima penyewa harian untuk kamar yang masih ditempati penyewa bulanan—reputasi Anda bisa rusak.

3. Pricing yang berbeda

Struktur harga untuk harian dan bulanan sangat berbeda:

  • Bulanan: Harga per bulan, mungkin include listrik/WiFi
  • Harian: Harga per malam, mungkin dengan rate berbeda untuk weekday vs weekend

Anda perlu sistem yang bisa mengakomodasi kedua struktur ini tanpa membingungkan.

4. Operasional yang berbeda

Penyewa harian membutuhkan:

  • Proses check-in/out yang jelas
  • Cleaning setelah setiap tamu checkout
  • Pengecekan kondisi kamar lebih sering
  • Ketersediaan untuk menerima tamu di jam-jam tidak biasa

Sementara penyewa bulanan lebih hands-off setelah kontrak ditandatangani.

5. Dokumentasi dan administrasi

Untuk penyewa bulanan, Anda perlu:

  • Kontrak sewa yang jelas
  • Fotokopi KTP
  • Data kontak darurat

Untuk penyewa harian:

  • Data tamu (nama, nomor HP)
  • Foto KTP (untuk keamanan)
  • Waktu check-in dan checkout

Dua jenis dokumentasi ini harus bisa dikelola dalam satu tempat.

Cara setup sistem untuk penyewa campuran

Berikut langkah-langkah praktis untuk mengelola penyewa harian dan bulanan dalam satu sistem.

Langkah 1: Tentukan kamar mana untuk tipe apa

Tidak semua kamar cocok untuk sewa harian. Pertimbangkan:

Kamar yang cocok untuk harian:

  • Dekat pintu masuk (akses mudah untuk check-in malam)
  • Kamar mandi dalam (tamu harian biasanya expect ini)
  • Fasilitas lengkap (AC, WiFi, TV)
  • Lokasi yang tidak mengganggu penyewa bulanan

Kamar yang lebih cocok untuk bulanan:

  • Area yang lebih privat
  • Mungkin share kamar mandi
  • Harga lebih terjangkau

Anda bisa menetapkan beberapa kamar khusus untuk harian, atau menggunakan sistem fleksibel dimana kamar kosong bisa ditawarkan untuk harian.

Langkah 2: Buat struktur harga yang jelas

Tentukan harga untuk masing-masing tipe:

Contoh struktur harga:

Tipe KamarBulananHarian (Weekday)Harian (Weekend)
StandardRp 1.200.000Rp 80.000Rp 100.000
DeluxeRp 1.800.000Rp 120.000Rp 150.000
SuiteRp 2.500.000Rp 180.000Rp 220.000

Tips pricing:

  • Harga harian biasanya 2-3x lipat dari rate harian penyewa bulanan
  • Weekend rate bisa 20-30% lebih tinggi
  • Pertimbangkan minimum stay (misal: minimal 2 malam)
  • Buat paket untuk periode tertentu (mingguan, event khusus)

Langkah 3: Setup sistem tracking terintegrasi

Di sinilah teknologi berperan penting. Anda butuh sistem yang bisa:

  1. Mengatur periode pembayaran berbeda — harian, mingguan, atau bulanan per penyewa
  2. Tracking tanggal hunian — tanggal check-in dan checkout untuk setiap penyewa
  3. Mencatat pembayaran — dengan status otomatis (lunas, sebagian, belum bayar)
  4. Menampilkan ketersediaan — lihat kamar mana yang kosong atau terisi

Dengan Kamaru, Anda bisa mengelola semua penyewa dalam satu aplikasi:

  • Buat properti dengan berbagai tipe kamar
  • Atur periode pembayaran berbeda per penyewa (harian, mingguan, bulanan)
  • Track pembayaran dan status untuk masing-masing penyewa
  • Lihat kalender hunian untuk semua kamar sekaligus

Langkah 4: Buat SOP operasional yang jelas

Dokumentasikan prosedur untuk masing-masing tipe penyewa:

SOP Penyewa Bulanan:

  1. Verifikasi identitas (KTP/ID card)
  2. Tanda tangan kontrak
  3. Terima deposit dan pembayaran bulan pertama
  4. Serah terima kamar dengan checklist kondisi
  5. Catat jadwal pembayaran berikutnya

SOP Penyewa Harian:

  1. Konfirmasi booking (via WA/platform)
  2. Minta data tamu dan foto KTP
  3. Tentukan jam check-in
  4. Terima pembayaran (di muka atau saat check-in)
  5. Serah terima kamar dan jelaskan fasilitas
  6. Catat jam checkout yang diharapkan
  7. Lakukan cleaning setelah checkout

Langkah 5: Kelola ketersediaan dengan kalender visual

Ini kunci untuk menghindari double booking. Anda harus bisa melihat dengan jelas:

  • Kamar mana yang terisi dan sampai kapan
  • Kamar mana yang available untuk booking harian
  • Kapan ada gap yang bisa diisi penyewa harian

Kalender hunian Kamaru menampilkan semua ini dalam satu tampilan. Anda bisa melihat timeline setiap kamar dan mengidentifikasi slot kosong sebelum menambah penyewa baru.


Butuh sistem yang simpel tapi powerful? Coba Kamaru gratis—kelola penyewa harian dan bulanan dalam satu aplikasi.


Best practices mengelola penyewa campuran

Setelah sistem ter-setup, berikut best practices untuk operasional sehari-hari.

Pantau pembayaran secara teratur

Cek status pembayaran penyewa Anda secara berkala:

  • Penyewa bulanan — pastikan pembayaran rutin setiap bulan tidak terlewat
  • Penyewa harian — konfirmasi pembayaran setiap check-in atau checkout

Dengan memantau status pembayaran di Kamaru, Anda bisa segera follow up jika ada yang terlambat bayar.

Set ekspektasi yang jelas untuk kedua tipe

Untuk penyewa bulanan:

  • Jelaskan bahwa ada penyewa harian di properti yang sama
  • Pastikan mereka tidak terganggu (kamar harian di area terpisah jika memungkinkan)
  • Aturan tentang tamu dan jam tenang tetap berlaku

Untuk penyewa harian:

  • Jelaskan bahwa ini bukan hotel, ada penyewa tetap
  • Aturan tentang kebisingan dan jam tenang
  • Prosedur check-in/out yang jelas

Gunakan channel yang berbeda untuk marketing

Marketing penyewa bulanan:

  • Mamikos, Infokost, platform listing kos
  • Group Facebook mahasiswa/karyawan
  • Word of mouth dan referral

Marketing penyewa harian:

  • Airbnb, Traveloka, Agoda (jika terdaftar)
  • Instagram dengan foto kamar yang menarik
  • Google Maps dengan review positif
  • Group WhatsApp komunitas lokal

Siapkan buffer time antara tamu harian

Jangan jadwalkan check-in langsung setelah checkout tamu sebelumnya. Sisakan minimal 2-3 jam untuk:

  • Cleaning kamar
  • Pengecekan kondisi
  • Persiapan untuk tamu berikutnya

Contoh schedule:

  • Checkout: maksimal jam 12.00
  • Cleaning: 12.00 - 14.00
  • Check-in tamu berikutnya: mulai jam 14.00

Track review dan feedback

Penyewa harian cenderung lebih vokal tentang pengalaman mereka. Minta feedback dan gunakan untuk improvement:

  • Apa yang mereka suka?
  • Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah mereka akan merekomendasikan?

Review positif di platform seperti Google Maps atau Airbnb sangat berharga untuk menarik tamu harian berikutnya.

Contoh penerapan: Kos Bu Ratna di Yogyakarta

Bu Ratna mengelola kos 15 kamar di dekat Malioboro, Yogyakarta. Awalnya, semua kamar disewakan bulanan untuk mahasiswa dan karyawan.

Masalah yang dihadapi:

  • 3-4 kamar sering kosong, terutama saat libur semester
  • Kehilangan potensi pendapatan dari wisatawan yang mencari penginapan murah di area tersebut

Solusi yang diterapkan:

  1. Alokasi kamar: 12 kamar tetap untuk bulanan, 3 kamar untuk fleksibel (prioritas bulanan, tapi bisa harian jika kosong)

  2. Setup harga:

    • Bulanan: Rp 1.000.000 (kamar mandi dalam, AC)
    • Harian: Rp 120.000/malam (weekday), Rp 150.000/malam (weekend)
  3. Sistem tracking: Menggunakan Kamaru untuk mencatat semua penyewa dalam satu aplikasi, dengan periode pembayaran berbeda untuk harian dan bulanan

  4. Marketing: Daftar di Airbnb untuk kamar fleksibel, tetap promosi di Mamikos untuk bulanan

Hasil setelah 6 bulan:

  • Occupancy rate naik dari 75% menjadi 92% (bandingkan dengan rata-rata tingkat hunian hotel nasional sekitar 47-48% menurut data BPS)
  • Pendapatan tambahan Rp 3-5 juta/bulan dari penyewa harian
  • Kamar fleksibel terisi 60% waktu untuk harian, sisanya untuk bulanan jika ada yang mau kontrak

Kunci sukses:

  • Kamar untuk harian di lantai bawah, akses mudah tanpa mengganggu penyewa bulanan
  • SOP cleaning yang ketat antara tamu
  • Respon cepat untuk inquiry di Airbnb

Kapan model campuran cocok (dan tidak cocok) untuk Anda?

Model penyewa campuran tidak cocok untuk semua situasi. Pertimbangkan faktor-faktor berikut:

Model campuran COCOK jika:

  • Lokasi strategis untuk wisatawan — dekat tempat wisata, pusat kota, atau area event
  • Sering ada kamar kosong — occupancy bulanan di bawah 80%
  • Anda punya waktu atau staff — untuk handle operasional harian yang lebih intensif
  • Fasilitas mendukung — kamar mandi dalam, AC, WiFi stabil
  • Target market ada — demand untuk penginapan harian di area Anda

Model campuran TIDAK COCOK jika:

  • Lokasi tidak strategis — jauh dari tempat wisata atau pusat aktivitas
  • Occupancy bulanan sudah tinggi — di atas 90%, fokus saja ke bulanan
  • Tidak ada waktu/resource — operasional harian butuh effort lebih
  • Penyewa bulanan keberatan — bisa menyebabkan mereka pindah
  • Fasilitas terbatas — shared bathroom, tidak ada AC

Alternatif: mulai dengan mingguan dulu

Jika ragu untuk langsung ke harian, coba tawarkan opsi mingguan dulu:

  • Effort lebih rendah daripada harian (cleaning 1x/minggu, bukan setiap hari)
  • Margin masih lebih tinggi dari bulanan
  • Test market sebelum full commitment ke harian

FAQ: Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghindari double booking?

Kunci utamanya adalah disiplin mencatat setiap penyewa baru. Setiap kali ada booking baru (harian atau bulanan), langsung catat di sistem. Dengan kalender hunian Kamaru, Anda bisa melihat ketersediaan semua kamar dalam satu tampilan—pastikan cek kalender sebelum menerima penyewa baru untuk menghindari overlap.

Jika Anda list di multiple platform (Airbnb, Traveloka, dll), pastikan sync ketersediaan secara manual atau gunakan channel manager.

Apakah perlu izin khusus untuk sewa harian?

Tergantung regulasi daerah Anda. Beberapa kota mensyaratkan izin usaha penginapan untuk sewa harian. Cek peraturan di Dinas Pariwisata atau Dinas Perizinan setempat. Untuk sewa bulanan (kos-kosan), biasanya cukup dengan izin usaha kos yang standar. Untuk memahami aspek perpajakan usaha kos, Anda bisa membaca panduan pajak bisnis kos-kosan dari Direktorat Jenderal Pajak.

Bagaimana jika penyewa bulanan keberatan dengan tamu harian?

Komunikasi adalah kunci. Jelaskan bahwa:

  • Tamu harian di area/kamar terpisah
  • Aturan tentang jam tenang tetap berlaku
  • Mereka bisa melaporkan jika ada gangguan

Jika keberatan berlanjut, pertimbangkan untuk mengalokasikan kamar harian di area yang benar-benar terpisah, atau fokus ke model bulanan saja jika penyewa tetap lebih valuable.

Berapa margin ideal untuk sewa harian vs bulanan?

Sebagai benchmark:

  • Bulanan: margin 30-50% dari harga sewa setelah dikurangi biaya operasional
  • Harian: target harga per malam 2-3x rate harian dari sewa bulanan

Contoh: Jika sewa bulanan Rp 1.500.000 (Rp 50.000/hari), harga harian bisa Rp 100.000-150.000/malam. Dengan occupancy 50% untuk kamar harian, pendapatan masih setara atau lebih tinggi dari bulanan.

Bagaimana cara pricing untuk event khusus?

Saat ada event besar (konser, festival, ujian nasional), demand naik signifikan. Anda bisa:

  • Naikkan harga 50-100% untuk periode tersebut
  • Terapkan minimum stay (misal: minimal 3 malam)
  • Prioritaskan booking lebih awal dengan harga normal, naikkan untuk last-minute

Pantau kalender event di kota Anda dan siapkan strategi pricing jauh-jauh hari. Untuk referensi, cek kalender libur nasional dan cuti bersama resmi dari Kemnaker untuk merencanakan peak season.

Sistem apa yang paling simpel untuk pemula?

Jika baru mulai, gunakan pendekatan bertahap:

  1. Mulai dengan spreadsheet — track manual dulu untuk memahami pola
  2. Upgrade ke aplikasi — setelah volume meningkat, gunakan Kamaru untuk tracking yang lebih efisien
  3. Integrasikan dengan platform — jika list di Airbnb/Traveloka, sync ketersediaan secara rutin

Jangan over-complicate di awal. Mulai sederhana, lalu scale up sistemnya seiring pertumbuhan.

Kesimpulan

Mengelola penyewa harian dan bulanan dalam satu sistem memang lebih kompleks, tapi juga membuka peluang pendapatan yang lebih besar. Kuncinya adalah:

  1. Tentukan alokasi kamar — mana untuk bulanan, mana yang fleksibel
  2. Buat struktur harga yang jelas — bulanan vs harian, weekday vs weekend
  3. Gunakan sistem tracking terintegrasi — satu aplikasi untuk semua penyewa
  4. Buat SOP operasional — prosedur berbeda untuk tipe penyewa berbeda
  5. Kelola ketersediaan dengan kalender visual — hindari double booking

Dengan sistem yang tepat, kompleksitas ini bisa dikelola dengan efisien. Anda tidak perlu memilih antara stabilitas penyewa bulanan atau margin tinggi penyewa harian—Anda bisa dapat keduanya.

Siap mengelola penyewa campuran dengan lebih efisien? Coba Kamaru gratis hari ini. Satu aplikasi untuk semua penyewa, kalender visual untuk tracking ketersediaan, dan sistem yang grows bersama bisnis Anda. Setup hanya 5 menit.

Artikel terkait

Punya pertanyaan atau saran? Kita seneng banget denger dari kamu. .

Yuk, kelola kos gratis sekarang

Gabung sama juragan kos lain yang udah pake Kamaru buat ngurus properti mereka.