Buku catatan dan kalkulator untuk melacak pembayaran

Cara lacak pembayaran sewa kos: 3 metode mudah

Bingung cara melacak pembayaran sewa kos? Pelajari 3 metode mudah dari manual hingga digital, lengkap dengan perbandingan kelebihan dan kekurangannya.

· 11 menit baca · Bregga Tedy
pembayaran tutorial tips manajemen kos pencatatan

Setiap awal bulan, ritual yang sama terulang: mengecek siapa yang sudah bayar, siapa yang belum, dan siapa yang masih nunggak dari bulan lalu. Jika Anda mengelola lebih dari 10 penyewa, proses ini bisa memakan waktu berjam-jam dan sangat rentan kesalahan.

Masalahnya bukan pada penyewa yang telat bayar—itu hal biasa dalam bisnis kos. Masalah sebenarnya adalah ketika Anda tidak tahu persis siapa yang sudah bayar dan siapa yang belum. Akibatnya, ada yang terlewat ditagih, ada yang salah ditagih, dan cash flow jadi tidak jelas.

Dalam panduan ini, Anda akan belajar 3 metode untuk melacak pembayaran sewa kos—dari yang paling sederhana hingga yang paling efisien. Pilih metode yang sesuai dengan skala bisnis dan kebutuhan Anda.


Mengapa pencatatan pembayaran itu penting?

Sebelum membahas metode, mari pahami dulu mengapa pencatatan pembayaran yang baik sangat krusial untuk bisnis kos Anda.

Menghindari kesalahan penagihan

Tanpa catatan yang jelas, Anda bisa saja:

  • Lupa menagih penyewa yang belum bayar
  • Salah menagih penyewa yang sudah bayar (merusak hubungan)
  • Tidak tahu sudah berapa lama tunggakan berlangsung

Memantau cash flow dengan akurat

Berapa pemasukan bulan ini? Berapa yang masih tertunggak? Pertanyaan sederhana ini sulit dijawab tanpa pencatatan yang rapi. Padahal data ini penting untuk keputusan bisnis—apakah perlu renovasi, menaikkan harga sewa, atau ekspansi.

Bukti jika terjadi sengketa

Ketika penyewa mengklaim sudah bayar padahal belum (atau sebaliknya), catatan pembayaran menjadi bukti yang tidak terbantahkan. Tanpa bukti, sengketa sulit diselesaikan dengan adil.

Mempermudah pelaporan pajak

Jika Anda melaporkan penghasilan dari sewa ke kantor pajak, catatan pembayaran yang rapi akan sangat membantu. Tidak perlu lagi mengingat-ingat atau menghitung ulang dari nol.


Metode 1: Aplikasi manajemen kos (Rekomendasi)

Jika Anda serius mengelola bisnis kos dan ingin menghemat waktu dalam jangka panjang, menggunakan aplikasi khusus adalah pilihan terbaik.

Mengapa metode ini terbaik?

Semua data di satu tempat: Data penyewa, informasi kamar, dan riwayat pembayaran terintegrasi. Tidak perlu buka banyak file atau aplikasi.

Akses dari mana saja: Data tersimpan di cloud, bisa diakses dari HP atau komputer kapan saja. Tidak perlu khawatir data hilang jika HP rusak.

Minim kesalahan manual: Tidak ada rumus yang bisa error seperti di spreadsheet. Sistem menghitung otomatis.

Fitur tambahan: Selain pembayaran, biasanya ada fitur lain seperti manajemen penyewa, kalender hunian, dan scan KTP.

Cara menggunakan Kamaru untuk lacak pembayaran

Kamaru adalah aplikasi manajemen kos yang dirancang khusus untuk pemilik kos di Indonesia. Berikut cara menggunakannya untuk melacak pembayaran:

Langkah 1: Buat akun dan tambah properti

Daftar akun gratis di Kamaru, lalu tambahkan properti kos Anda. Masukkan informasi dasar seperti nama properti, alamat, dan jumlah kamar.

Langkah 2: Tambahkan data kamar

Untuk setiap kamar, masukkan informasi seperti nomor kamar, harga sewa, dan fasilitas yang tersedia. Ini akan menjadi dasar untuk pencatatan pembayaran.

Langkah 3: Daftarkan penyewa

Tambahkan data penyewa untuk setiap kamar yang terisi. Kamaru memiliki fitur scan KTP yang mempercepat proses input data—cukup foto KTP, dan data otomatis terisi.

Langkah 4: Catat pembayaran masuk

Setiap kali menerima pembayaran, buka aplikasi dan catat pembayaran tersebut. Pilih penyewa, masukkan jumlah, dan pilih metode pembayaran. Selesai dalam hitungan detik.

Langkah 5: Pantau status pembayaran

Di dashboard, Anda bisa melihat status pembayaran semua penyewa sekaligus. Siapa yang sudah bayar, siapa yang belum, dan siapa yang masih ada tunggakan—semua terlihat jelas.

Kelebihan

  • Setup cepat (5-10 menit)
  • Data aman di cloud dengan backup otomatis
  • Bisa diakses dari HP dan komputer
  • Fitur lengkap selain pembayaran
  • Cocok untuk semua ukuran kos

Kekurangan

  • Butuh koneksi internet untuk akses
  • Ada biaya berlangganan untuk fitur premium (versi gratis tersedia)

Siap mencoba? Daftar Kamaru gratis dan mulai lacak pembayaran dalam 5 menit.


Metode 2: Spreadsheet (Excel/Google Sheets)

Jika Anda lebih nyaman dengan spreadsheet dan mengelola kos dengan skala kecil-menengah, metode ini bisa menjadi pilihan. Google Sheets gratis dan bisa diakses dari mana saja, sementara Excel cocok untuk yang sudah familiar dengan Microsoft Office.

Kapan menggunakan metode ini?

Metode spreadsheet cocok jika:

  • Anda sudah familiar dengan Excel atau Google Sheets
  • Jumlah penyewa tidak terlalu banyak (di bawah 20)
  • Ingin kontrol penuh atas format dan tampilan
  • Tidak ingin bergantung pada aplikasi pihak ketiga

Cara membuat spreadsheet pembayaran

Langkah 1: Buat struktur dasar

Buat file baru di Excel atau Google Sheets. Buat kolom-kolom berikut:

NoNama PenyewaKamarHarga SewaJanFebMar

1Andi1011.500.000✓✓
2Budi1021.500.000✓
3Citra1031.200.000✓✓✓

Langkah 2: Gunakan format yang konsisten

Tentukan cara menandai status pembayaran:

  • ✓ atau “Lunas” untuk sudah bayar
  • Tanggal pembayaran untuk tracking lebih detail
  • Warna merah untuk yang belum bayar
  • Warna kuning untuk pembayaran sebagian

Langkah 3: Tambahkan formula untuk total

Gunakan formula untuk menghitung total pemasukan dan tunggakan:

=COUNTIF(E:E,"✓")*D2  // Total yang sudah bayar
=COUNTBLANK(E:E)*D2   // Total yang belum bayar

Langkah 4: Buat sheet terpisah per tahun

Untuk menjaga file tetap rapi, buat sheet baru setiap tahun. Ini juga memudahkan pelaporan tahunan.

Langkah 5: Backup secara rutin

Jika menggunakan Excel offline, pastikan backup file secara rutin ke cloud storage atau hard drive eksternal. Google Sheets otomatis tersimpan di cloud.

Template sederhana

Berikut contoh struktur yang bisa Anda gunakan:

Sheet 1: Data Penyewa

KamarNamaNo. HPHarga SewaTanggal Masuk
101Andi0812xxx1.500.0001 Jan 2026

Sheet 2: Pembayaran 2026

KamarNamaJanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
101Andi5/13/2

Kelebihan

  • Gratis (Google Sheets) atau sudah punya (Excel)
  • Fleksibel, bisa disesuaikan sepenuhnya
  • Tidak perlu belajar aplikasi baru
  • Bisa diakses offline (Excel)

Kekurangan

  • Rentan error pada formula
  • Harus update manual setiap ada pembayaran
  • File bisa corrupt atau terhapus
  • Sulit diakses dari banyak device (Excel offline)
  • Tidak ada fitur tambahan seperti reminder atau laporan otomatis

Metode 3: Catatan manual (Buku/Kertas)

Metode paling tradisional yang masih digunakan oleh banyak pemilik kos, terutama untuk kos kecil.

Kapan menggunakan metode ini?

Metode manual cocok jika:

  • Jumlah penyewa sangat sedikit (di bawah 5)
  • Tidak nyaman dengan teknologi
  • Hanya perlu pencatatan sederhana
  • Sebagai backup dari metode digital

Cara membuat buku catatan pembayaran

Langkah 1: Siapkan buku khusus

Gunakan buku tulis atau buku kas khusus untuk pembayaran kos. Jangan campur dengan catatan lain agar mudah dicari.

Langkah 2: Buat format yang konsisten

Di setiap halaman, buat tabel sederhana:

PEMBAYARAN SEWA - JANUARI 2026

Tanggal | Kamar | Nama  | Jumlah    | Keterangan
--------|-------|-------|-----------|------------
3 Jan   | 101   | Andi  | 1.500.000 | Transfer BCA
5 Jan   | 102   | Budi  | 1.500.000 | Tunai
...

Langkah 3: Buat halaman rekap bulanan

Di akhir setiap bulan, buat halaman rekap:

REKAP JANUARI 2026

Total kamar terisi: 10
Sudah bayar: 8
Belum bayar: 2 (Kamar 105, 108)
Total pemasukan: Rp 12.000.000
Tunggakan: Rp 3.000.000

Langkah 4: Simpan bukti pembayaran

Untuk pembayaran tunai, berikan kwitansi dan simpan salinannya. Untuk transfer, minta penyewa kirim bukti transfer dan staples di buku catatan.

Kelebihan

  • Tidak butuh teknologi sama sekali
  • Tidak ada biaya
  • Bisa langsung digunakan
  • Bukti fisik yang bisa dipegang

Kekurangan

  • Sangat rentan hilang atau rusak
  • Sulit mencari data lama
  • Tidak bisa diakses dari jarak jauh
  • Memakan waktu untuk rekap
  • Tidak ada backup otomatis
  • Tulisan tangan bisa sulit dibaca

Perbandingan: Metode mana yang harus dipilih?

KriteriaAplikasi (Kamaru)SpreadsheetManual
Waktu setup5-10 menit30-60 menit5 menit
Waktu per transaksi10 detik30 detik1-2 menit
Risiko kehilangan dataSangat rendahSedangTinggi
Akses dari mana sajaYaTerbatasTidak
BiayaGratis - Rp 99K/bulanGratisGratis
Fitur tambahanBanyakTerbatasTidak ada
Cocok untukSemua ukuranKecil-menengahSangat kecil
Butuh internetYaTergantungTidak

Rekomendasi berdasarkan skala

1-5 kamar: Metode manual atau spreadsheet sudah cukup. Tapi jika ingin lebih rapi dan berkembang, tidak ada salahnya mulai dengan aplikasi sejak awal.

6-20 kamar: Spreadsheet bisa bekerja, tapi mulai terasa repot. Aplikasi akan menghemat banyak waktu.

Lebih dari 20 kamar: Aplikasi hampir wajib. Mengelola puluhan penyewa dengan spreadsheet atau catatan manual sangat berisiko dan memakan waktu.


Tips sukses melacak pembayaran

Catat segera setelah menerima pembayaran

Jangan tunda pencatatan. Begitu uang diterima—baik tunai maupun transfer—langsung catat. Menunda = lupa.

Gunakan satu sistem yang konsisten

Pilih satu metode dan gunakan secara konsisten. Jangan mencampur catatan di buku, spreadsheet, dan aplikasi sekaligus. Ini justru membingungkan.

Backup data secara rutin

Untuk spreadsheet offline dan catatan manual, buat backup rutin. Foto halaman buku catatan dan simpan di cloud. Backup file Excel ke Google Drive.

Review mingguan

Luangkan 10-15 menit setiap minggu untuk review catatan pembayaran. Pastikan tidak ada yang terlewat dan follow up yang belum bayar.

Simpan bukti pembayaran

Untuk setiap pembayaran, simpan bukti—screenshot transfer, kwitansi tunai, atau foto nota. Ini penting jika ada sengketa di kemudian hari.


Kesalahan umum yang harus dihindari

Mengandalkan ingatan

“Sepertinya Pak Andi sudah bayar minggu lalu.” Ingatan bisa salah, terutama ketika mengelola banyak penyewa. Selalu catat, jangan hanya ingat.

Tidak konsisten dalam pencatatan

Kadang dicatat, kadang tidak. Kadang di buku, kadang di HP. Inkonsistensi ini yang menyebabkan data tidak akurat.

Tidak memiliki backup

File corrupt, HP hilang, buku tercebur air—semua bisa terjadi. Tanpa backup, data bertahun-tahun bisa hilang dalam sekejap.

Mencampur keuangan pribadi dan bisnis

Uang sewa masuk ke rekening pribadi dan tercampur dengan pengeluaran sehari-hari. Ini menyulitkan pelacakan pembayaran dan analisis keuangan bisnis.


FAQ

Apakah perlu mencatat pembayaran yang sudah lewat lama?

Ya, tetap catat meskipun datanya dari ingatan atau bukti transfer lama. Data yang tidak sempurna lebih baik daripada tidak ada data sama sekali. Tandai sebagai “data historis” agar tidak tercampur dengan data yang akurat.

Bagaimana jika penyewa membayar sebagian?

Catat sebagai pembayaran sebagian dengan keterangan yang jelas. Misalnya: “Bayar Rp 750.000 dari total Rp 1.500.000. Sisa akan dibayar tanggal 15.” Di aplikasi seperti Kamaru, ada status khusus untuk pembayaran sebagian.

Haruskah memberikan kwitansi untuk setiap pembayaran?

Untuk pembayaran tunai, sangat disarankan. Kwitansi melindungi Anda dan penyewa jika ada sengketa. Untuk transfer bank, bukti transfer sudah cukup sebagai dokumentasi.

Bagaimana cara migrasi dari catatan manual ke digital?

Mulai dari bulan berjalan. Tidak perlu memasukkan semua data historis—cukup data penyewa aktif dan status pembayaran terkini. Data lama bisa dimasukkan bertahap jika diperlukan.

Apakah data pembayaran perlu disimpan berapa lama?

Simpan minimal 5 tahun untuk keperluan pajak dan hukum. Untuk data digital, ini tidak memakan tempat. Untuk catatan fisik, pertimbangkan untuk digitalisasi (foto/scan) setelah beberapa tahun.

Metode mana yang paling aman dari segi data?

Aplikasi cloud seperti Kamaru paling aman karena data di-backup otomatis di server yang terenkripsi. Spreadsheet Google Sheets juga cukup aman. Catatan manual paling berisiko karena tidak ada backup otomatis.


Kesimpulan

Melacak pembayaran sewa tidak harus rumit. Kuncinya adalah memilih metode yang sesuai dengan skala bisnis Anda dan menggunakannya secara konsisten.

Untuk kos kecil (1-5 kamar), catatan manual atau spreadsheet sudah cukup. Untuk kos menengah ke atas, aplikasi seperti Kamaru akan menghemat waktu dan mengurangi risiko kesalahan secara signifikan.

Yang terpenting, mulai dari sekarang. Sistem yang tidak sempurna tapi dijalankan konsisten jauh lebih baik daripada sistem sempurna yang tidak pernah dimulai.

Siap mengelola pembayaran dengan lebih efisien? Coba Kamaru gratis hari ini. Setup hanya 5 menit, dan Anda langsung bisa melacak pembayaran semua penyewa dalam satu dashboard.


Artikel terkait

Punya pertanyaan atau saran? Kita seneng banget denger dari kamu. .

Yuk, kelola kos gratis sekarang

Gabung sama juragan kos lain yang udah pake Kamaru buat ngurus properti mereka.